The Latest

Cahyo Junarso - Rekruitmen IT

Arti Code blue

Code blue merupakan salah satu kode prosedur emergensi yang harus segera diaktifkan jika ditemukan seseorang dalam kondisi cardiaerespiratory arrest di dalam area rumah sakit.

Code blue response team atau tim code blue adalah suatu tim yang dibentuk oleh rumah sakit yang bertugas merespon kondisi code blue didalam area rumah sakit. Tim ini terdiri dari dokter dan perawat yang sudah terlatih dalam penanganan kondisi cardiarespiratory arrest.

Resusitasi jantung paru merupakan serangkaian tindakan untuk meningkatkan daya tahan hidup setelah terjadinya henti jantung. Meskipun pencapaian optimal dari resusitasi jantung paru ini dapat bervariasi, tergantung kepada kemampuan penolong, kondisi korban, dan sumber daya yang tersedia, tantangan mendasar tetap pada bagaimana melakukan resusitasi jantung paru sedini mungkin dan efektif.

Bantuan hidup dasar menekankan pada pentingnya mempertahankan sirkulasi dengan segera melakukan kompresi sebelum membuka jalan napas dan memberikan napas bantuan. Perubahan pada siklus bantuan hidup dasar menjadi C-A-B (compression — airway — breathing) ini dengan pertimbangan segera mengembalikan sirkulasi jantung sehingga perfusi jaringan dapat terjaga.

Rantai pertama pada rantai kelangsungan hidup (the chain of survival) adalah mendeteksi segera kondisi korban dan meminta pertolongan (early access), rantai kedua adalah resusitasi jantung paru (RJP) segera (early cardiopulmonary resuscitation), rantai ketiga adalah defibrilasi segera (early defibrillation), rantai keempat adalah tindakan bantuan hidup lanjut segera (early advanced cardiovascular life support) dan rantai kelima adalah perawatan paska henti jantung (post cardiac-arrest care).

Video Farleys Rendi Prayoga

CREATOR : FARLEYS RENDI PRAYOGA

Foto Farleys Rendi Prayoga

RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU

Bengkulu, 28 Agustus 2019

Setelah Melakukan Apel Pagi Bersama di Rumah Sakit Harapan dan Doa


5 Peserta Ujian IT Di Rumah Sakit Harapan dan Doa Melakukan Ujian Praktik Akhir

Diharapkan Ujian Dapat Berjalan Dengan Baik Dan Jujur.

Berita Rifki Alkaf

Peserta JKN-KIS Bisa Bayar Dengan Autodebit

 

Peserta JKN-KIS Bisa Bayar Dengan Autodebit

RMOLJatim. Peserta Program JKN-KIS kini bisa membayar membayar melalui autodebit, sehingga peserta tidak lupa atau tidak terlambat dalam membayar iuran.

Kepada Kantor Berita RMOLJatim, Senin (19/8), Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Herman Dinata Mihardja, mengatakan, selain terhindar dari risiko denda layanan yang bisa muncul jika terlambat membayar iuran, peserta juga tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu ada gangguan sistem yang mengakibatkan tidak bisa membayar iuran. Kondisi-kondisi semacam ini bisa teratasi dengan autodebit.
 
Saat ini, fasilitas autodebit ini tidak hanya disediakan oleh sejumlah bank yang telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA, melainkan juga ada pilihan lainnya. Per Juli 2019, autodebit juga dapat dilakukan melalui fintech yang tersedia pada Mobile JKN. 
 
"Diberlakukannya autodebit untuk semua kelas per 1 Januari 2019 sesuai dengan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018. Kalau dulu hanya khusus untuk pendaftaran peserta PBPU kelas 1 dan 2, meskipun ada juga peserta kelas 3 yang memanfaatkannya. Kalau sekarang seluruh peserta dari kelas manapun bisa memanfaatkan layanan tersebut,” terangnya.
 
Herman menambahkan, peserta harus memastikan nomor rekeningnya benar sehingga tidak terjadi kesalahan pendebitan. Selain itu, nomor handphone yang didaftarkan peserta untuk mobile cash di Mobile JKN harus aktif.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree